admin admin Author
Title: Sumbar Stand With Rohingya
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Harianpadang.com-YANGON--Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa saat ini telah berada di Yangon, Myanmar. Mereka adalah manajer respon Disaster Man...
Harianpadang.com-YANGON--Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa saat ini telah berada di Yangon, Myanmar. Mereka adalah manajer respon Disaster Management Center (DMC), Fadhil, dan Public Relation,  Yogi Ahmad Fajar. Mereka telah disambut secara baik oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, di Bandara Internasional Yangon pada Rabu (7/12).

Adapun kedatangan Fadhil dan Yogi. dalam rangka membangun jaringan komunikasi untuk mendapatkan informasi tentang kondisi etnis Rohingya, serta mencoba melihat peluang untuk bisa masuk ke titik-titik desa Rohingya untuk menyalurkan bantuan.


"Alhamdulillah komitmen Indonesia untuk menyalurkan bantuan telah dipertimbangkan oleh State Conselor, Daw Aung San Suu Kyi, secara positif," ungkap Retno.

Kemudahan ini, semata-mata karena dukungan donatur yang menyatakan kepeduliannya kepada muslim Rohingya.

"Untuk daerah Sumatera Barat, Dompet Dhuafa Singgalang mendapat amanah donasi baik secara perorangan maupun organisasi/kelompok yang mengucur ke dompet #SaveRohingya. Diantaranya penyaluran oleh keluarga besar SMP-SMA IT Darul Hikmah Pasaman Barat (Pasbar), SD IT Adzkia, SD I Khairu Ummah, juga dari pihak organisasi mahasiswa; Beastudi Etos Padang, LPI Fakultas Hukum Unand, ISAT Fakultas Pertanian Unand, juga LKEI Fakultas Ekonomi Unand," tutur Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Defri Hanas pada Kamis (10/12).

Kepala Sekolah SMP-SMA Darul Hikmah Pasbar, Indra Budiman, mengharapkan bantuan yang telah mereka himpun dapat menggapai titik-titik kritis Myanmar, dimana muslim Rohingya berada.

"Kami doakan Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa dipermudah dalam perjalanannya, dan semoga pemerintahan Myanmar terbuka hatinya untuk memerdekakan hak azasi muslim Rohingya," harap beliau.

Sementara dikalangan mahasiswa, berbagai upaya aksi penggalangan dana mereka jalankan baik di forum resmi dan umum.

"Menggalang dana adalah salah satu upaya kami untuk membuktikan kami peduli dengan muslim Rohingya meski kami tak bisa langsung kesana," tutur mahasiswa Unand, Program Beasiswa Etos, Fadhilla, yang diamanahi sebagai koordinator kegiatan penggalangan dana #SaveRohingya di organisasinya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang masih awam atas kasus Rohingya, sehingga kelompok mahasiswa tergerak untuk menggalang dana sekaligus menyebar brosur infografis kondisi Rohingya.

"Benar, kami juga mengira kasus Rohingya di tahun lalu telah usai, tak menyangka kasus yang sekarang lebih parah dan memilukan umat muslim," tutur Ketua Hijabers Community (HC) Padang, Kartika Andam Sari, saat menyalurkan donasi #SaveRohingya dalam agenda pengajian bulan November HC Padang. (Nisa)

About Author

Advertisement

Posting Komentar

 
Top